JABARONLINE.COM - Rektor dari seluruh Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) di Indonesia baru-baru ini mengadakan pertemuan strategis dalam agenda U25 Leader Forum 2026 di Makassar. Forum tersebut dilaksanakan pada Selasa, 28 April 2026, bertempat di Ballroom Hotel Unhas & Convention, Kampus Unhas Tamalanrea.

Acara ini bertujuan utama untuk membahas dua isu krusial: bagaimana perguruan tinggi mencapai kemandirian institusional dan bagaimana riset akademik dapat berkontribusi maksimal pada penguatan ketahanan pangan dan gizi di tingkat nasional. Pertemuan ini menjadi wadah konsolidasi bagi pimpinan universitas terkemuka untuk merumuskan arah pengembangan pendidikan tinggi di masa mendatang.

Pimpinan U25 Leaders Forum, yang juga menjabat sebagai Rektor Universitas Indonesia, Hery Hermansyah, menyoroti perlunya optimalisasi aset kampus sebagai motor penggerak kemandirian finansial. Beliau menekankan bahwa pemanfaatan dana abadi institusi adalah instrumen kunci untuk memperkuat peran universitas dalam melaksanakan misi publiknya.

Hery Hermansyah menegaskan bahwa upaya meraih kemandirian finansial harus tetap berlandaskan pada tanggung jawab sosial universitas kepada masyarakat luas. "Kemandirian finansial harus terus berada dalam bingkai misi publik, memperluas beasiswa, meningkatkan mutu pembelajaran, memperkuat riset, memperbaiki layanan mahasiswa, dan memperbaiki dampak perguruan tinggi bagi masyarakat," ujar Hery Hermansyah dalam sambutannya.

Selain fokus pada aspek internal kampus, para pimpinan PTN-BH didorong untuk memberikan kontribusi nyata melalui hasil riset terapan yang strategis. Riset ini diharapkan dapat menjadi panduan substantif bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan, khususnya di sektor pangan dan pemenuhan gizi.

"PTN-BH perlu hadir dengan kontribusi berbasis ilmu pengetahuan, data dan riset terapan agar setiap kebijakan dan program pangan dan gizi tepat sasaran, aman, terstruktur dan berkelanjutan," tegas Hery Hermansyah. Dikutip dari Detikcom, forum ini juga membahas integrasi antara inovasi riset dan kebutuhan infrastruktur pendukung.

Hery menambahkan bahwa pertumbuhan berkelanjutan universitas memerlukan skema pembiayaan infrastruktur yang memadai, yang seringkali membutuhkan kemitraan dengan lembaga pembiayaan eksternal. "Di sini kita akan membuka dialog dengan PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) bagaimana success story dalam pembiayaan proyek infrastruktur yang memiliki dampak bagi universitas nantinya dan di situ akan dilihat apa saja yang visible (bisa dikembangkan) nanti," tuturnya.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menyambut baik inisiatif forum tersebut, melihatnya sebagai langkah penting menyelaraskan kebijakan kampus dengan program prioritas pemerintah. "Forum ini sangat penting karena kita sedang membahas satu isu yang sangat mendasar demi masa depan bangsa yaitu masalah ketahanan pangan dan gizi," kata Brian Yuliarto dalam sambutannya.

Pemerintah memandang program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi jangka panjang karena kualitas sumber daya manusia sangat bergantung pada asupan gizi sejak dini. Kekurangan gizi pada anak akan berdampak serius pada kemampuan belajar dan produktivitas mereka di masa depan.