JABARONLINE.COM - Keputusan mengejutkan datang dari Pemerintah Kota Semarang yang terpaksa membatalkan seluruh rangkaian acara Semarang Night Carnival (SNC) 2026. Pembatalan ini dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem berupa hujan deras yang melanda Kota Semarang pada Sabtu malam (2/5).
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menjadi pihak yang mengambil keputusan akhir pembatalan tersebut. Prioritas utama pemerintah kota adalah menjamin keselamatan seluruh peserta dan masyarakat dari potensi risiko akibat kondisi jalan yang tergenang air.
Meskipun acara utama dibatalkan, prosesi pembukaan SNC 2026 sempat digelar secara terbatas di Balai Kota Semarang. Wali Kota Agustina melakukan pelepasan simbolis para peserta dengan menabuh perkusi, meskipun pelaksanaannya dilakukan di bawah tenda panggung karena guyuran hujan deras.
Dalam seremoni pembukaan yang terbatas tersebut, Wali Kota didampingi oleh sejumlah pejabat penting. Turut hadir Wakil Wali Kota Semarang Iswar Aminudin, Kapolrestabes Semarang Kombes Heri Wahyudi, serta Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman.
Hadir pula Kepala Divisi Pemasaran Badan Pelaksana Otorita Borobudur, Riki Haris, menunjukkan dukungan dari berbagai pihak meskipun acara harus dibatalkan.
Unit drumben Akademi Kepolisian (Akpol) Batalyon Bhayangkara Dharma menjadi satu-satunya kelompok yang sempat melanjutkan parade. Para Taruna Akpol ini tetap menunjukkan penampilan maksimal mereka meski dihadapkan pada hujan lebat dan genangan air di sepanjang rute menuju Lapangan Simpang Lima.
Nasib berbeda dialami oleh kurang lebih 700 peserta lainnya yang sudah bersiap sejak siang hari. Para penampil ini, yang berasal dari Semarang, kabupaten/kota undangan, hingga delegasi 28 negara, batal mengikuti defile karena alasan keamanan yang tidak memungkinkan.
Salah satu peserta yang sempat tampil, Heri Pari dari Bondowoso, mengungkapkan pengalamannya saat pembukaan. "Saat opening, kami tampil, meski di bawah guyuran hujan," ujar Heri Pari.
Heri, yang mengenakan kostum bertema Foniks, dievakuasi bersama peserta lain setelah sempat beraksi sebentar. Tim penyelenggara segera mengerahkan mobil terbuka untuk mengangkut para peserta yang tertahan guna mencegah risiko kesehatan akibat paparan air hujan yang terlalu lama.
