JABARONLINE.COM - Analisis pasar menunjukkan bahwa saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk dengan kode emiten BBRI kembali mencatatkan penurunan harga yang cukup signifikan pada perdagangan hari Rabu, 22 April 2026. Penurunan kali ini tercatat sebesar 0,92% dari penutupan sebelumnya.
Harga saham BBRI pada penutupan perdagangan hari itu berada di level Rp 3.240 per lembar saham. Pergerakan harga ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang masih kuat di pasar modal Indonesia.
Aktor utama di balik pelemahan harga saham bank BUMN ini adalah aktivitas penjualan bersih atau net sell yang dilakukan oleh investor asing. Mereka tampak sangat aktif melepaskan kepemilikan mereka pada saham BRI.
Secara kuantitas, sebanyak 223,08 juta lembar saham BBRI berpindah tangan melalui transaksi yang difasilitasi oleh 61.113 kali sesi perdagangan. Total nilai transaksi harian tersebut mencapai Rp 726,13 miliar.
Aksi jual investor asing menjadi sorotan utama, di mana mereka tercatat membukukan net sell dengan nilai fantastis mencapai Rp 404,87 miliar pada hari perdagangan tersebut. Jumlah ini menunjukkan besarnya volume penjualan oleh investor non-domestik.
Koreksi ini terjadi sehari setelah saham BBRI mengalami gejolak hebat saat memasuki tanggal ex-date pembagian dividen. Pada hari sebelumnya, yakni 21 April 2026, saham BBRI sempat anjlok tajam hingga 4,94%.
Kondisi pasar menunjukkan bahwa sentimen pasca-dividen masih memengaruhi keputusan investor untuk merealisasikan keuntungan atau mengurangi eksposur mereka terhadap saham tersebut. Ini adalah pola yang sering terjadi di pasar saham setelah periode pembagian dividen besar.
Dilansir dari investor.id, pergerakan harga saham BBRI pada Rabu (22/4/2026) mengalami penurunan 0,92% ke level Rp 3.240, dengan investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih besar-besaran.
"Investor asing membukukan net sell di saham BRI mencapai Rp 404,87 miliar," demikian disebutkan dalam analisis transaksi harian tersebut, menyoroti dominasi penjualan oleh investor luar negeri.
