JABARONLINE.COM - Kabupaten Banyuasin secara resmi dinobatkan sebagai produsen padi terbesar di Indonesia per Januari 2026. Prestasi signifikan ini ditandai dengan penyerahan penghargaan bergengsi Satya Lencana Wirakarya Pembangunan Pertanian langsung dari Presiden Prabowo Subianto kepada Bupati Askolani di Karawang.

Keberhasilan ini menunjukkan peran krusial Banyuasin dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Hal ini dicapai melalui upaya serius pemerintah daerah dalam mengoptimalkan pemanfaatan lahan rawa pasang surut yang berada di wilayah Kawasan Muara Telang.

Sebagai bentuk apresiasi dan dukungan lanjutan, pemerintah pusat segera merealisasikan bantuan infrastruktur vital. Bantuan ini berupa pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) Pertanian yang diharapkan dapat menekan biaya operasional para petani setempat.

Proses pembangunan infrastruktur ini ditandai dengan acara peletakan batu pertama atau groundbreaking yang dilaksanakan di Desa Telang Jaya, Kecamatan Muara Telang, pada hari Jumat (24/4/2026).

Sekretaris Daerah Banyuasin, Erwin Ibrahim, menyoroti pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan seluruh elemen masyarakat tani dalam meraih capaian tingkat nasional ini.

"Penghargaan ini adalah bukti nyata bahwa Banyuasin mampu menjadi garda terdepan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ini bukan hanya prestasi, tetapi juga amanah yang harus terus kita jaga dan tingkatkan," ujar Erwin Ibrahim.

Erwin Ibrahim juga menjelaskan bahwa penempatan fasilitas energi di tengah lahan pertanian merupakan langkah strategis untuk meningkatkan efisiensi penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) yang digunakan petani.

"Kabupaten Banyuasin merupakan pilot project pertama dari 10 SPBU Pertanian yang akan dibangun ke depannya di berbagai provinsi di Indonesia," jelas Erwin Ibrahim.

Pemerintah daerah optimis bahwa ketersediaan bahan bakar yang lebih dekat dengan lokasi produksi akan mendorong peningkatan indeks pertanaman (IP) di Muara Telang, yang kini memiliki 26.000 hektare sawah baku.