JABARONLINE.COM - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, baru-baru ini menyampaikan penegasan kuat mengenai arah kebijakan energi nasional ke depan. Komitmen utamanya adalah memastikan Indonesia mencapai swasembada energi secara penuh paling lambat pada tahun 2029.
Hal ini merupakan langkah strategis yang digariskan oleh pemerintahan saat ini untuk memperkuat ketahanan energi di tingkat domestik. Fokus utama dari kebijakan ini adalah mengurangi kerentanan negara terhadap fluktuasi pasar energi global.
Pencapaian kedaulatan energi ini akan dicapai melalui upaya sistematis untuk memutus ketergantungan jangka panjang pada impor Bahan Bakar Minyak (BBM). Pengurangan impor ini dipandang krusial untuk stabilitas ekonomi makro Indonesia.
Presiden Prabowo secara spesifik menginstruksikan percepatan transisi menuju pemanfaatan energi terbarukan secara menyeluruh dan masif. Langkah ini sejalan dengan upaya global untuk dekarbonisasi sektor energi.
"Indonesia harus mandiri dan maksimalkan potensi alam," tegas Presiden Prabowo Subianto, menekankan bahwa kekayaan sumber daya alam nusantara harus menjadi tulang punggung pemenuhan kebutuhan energi nasional.
Pernyataan tegas mengenai target waktu ini disampaikan oleh Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri sebuah acara di wilayah Cilacap. Lokasi ini menjadi saksi penegasan visi besar mengenai masa depan energi Indonesia.
Dilansir dari BisnisMarket.com, komitmen ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam mengelola sumber daya domestik secara optimal. Transisi energi ini diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja baru sekaligus menjaga lingkungan.
Presiden juga menekankan bahwa kemandirian energi bukan hanya soal kuantitas pasokan, tetapi juga soal kedaulatan dalam menentukan arah kebijakan energi tanpa intervensi eksternal yang signifikan.
Upaya maksimalisasi potensi alam, seperti panas bumi, tenaga air, dan surya, menjadi kunci utama untuk merealisasikan visi swasembada energi pada batas waktu yang telah ditetapkan tersebut.
