JABARONLINE.COM - NBA musim playoff kali ini menyajikan dinamika yang menarik antara Denver Nuggets dan Minnesota Timberwolves menjelang pertemuan krusial di Game 4. Nuggets berada di bawah tekanan besar setelah kalah dua kali beruntun dan berpotensi tertinggal 1-3 dalam seri best-of-seven ini.
Secara historis, situasi tertinggal 1-3 sangat sulit dipulihkan; dari 298 tim yang pernah mengalaminya, 285 di antaranya (95,6%) gagal bangkit. Nuggets sendiri pernah mengalami kebangkitan dramatis dari defisit 1-3 pada tahun 2020, meskipun akhirnya tersingkir di Final Wilayah Barat melawan Lakers.
Pertandingan keempat akan digelar di Target Center malam ini pukul 8:30 ET, disiarkan oleh ABC, di mana Nuggets harus menunjukkan ketahanan mereka agar tidak terperosok lebih dalam. Ada tiga aspek utama yang harus diperhatikan dalam laga yang diprediksi akan berlangsung sengit ini.
Fokus utama tentu saja tertuju pada performa Nikola Jokic, three-time Kia MVP dan pemimpin tak terbantahkan Nuggets, yang menunjukkan kesulitan signifikan di tiga pertandingan pertama. Kesulitan ini terlihat jelas baik dalam serangan maupun pertahanan, sesuatu yang jarang terjadi dalam rekam jejak playoff-nya.
Pertahanan Jokic menjadi sasaran empuk bagi penyerang di area cat dan ring milik Minnesota, yang secara konsisten menguji tanggung jawab ganda sang center untuk menghindari masalah foul sekaligus meredam serangan lawan. Hasilnya, Nuggets telah tertinggal 11 poin secara agregat, namun Minnesota mendominasi poin di area dalam dengan skor 174-116, mencetak 61,3% tembakan dari jarak dekat.
Menariknya, Jokic sendiri mengakui bahwa performa menembaknya sangat memengaruhi kemampuan tim dalam menciptakan peluang bagi rekan setimnya. "Jika saya berhasil memasukkan semua tembakan, maka pertahanan akan bereaksi," ujar Nikola Jokić, "Jadi saya pikir itulah mengapa saya tidak bisa melibatkan siapa pun... Saya pikir saya perlu melakukan pekerjaan yang sedikit lebih baik dalam mencetak angka."
Selain Jokic, Jamal Murray yang menjalani musim terbaiknya juga dituntut bermain lebih efisien, mengingat ia baru mencetak rata-rata 25,3 poin dengan efisiensi tembakan 35,9% secara keseluruhan. Ketergantungan berlebihan pada dua bintang ini terlihat jelas, terutama di Game 3, di mana pemain starter lainnya gagal mencetak field goal di paruh pertama.
Di sisi seberang, Minnesota menunjukkan kedalaman mereka yang luar biasa, terutama dengan kontribusi signifikan dari pemain cadangan seperti Ayo Dosunmu. Pemain yang didatangkan pada Februari itu memimpin bench dengan 25 poin dan sembilan assist pada Game 3, menunjukkan bahwa tim tidak hanya bergantung pada Anthony Edwards yang masih berjuang dengan cedera lututnya.
Dikutip dari tulisan Steve Aschburner, kontribusi dari pemain lain seperti Jaden McDaniels yang mencetak 20 poin dan 10 rebound di Game 3, serta Donte DiVincenzo dengan 15 poin, semakin memperkuat ancaman yang dihadirkan Timberwolves. Rudy Gobert juga tampil solid dalam mengamankan area pertahanan terhadap Jokic, membuat beberapa pemilih penghargaan Defensive Player of the Year meragukan pilihan mereka.
