JABARONLINE.COM - Industri aset kripto yang menunjukkan pertumbuhan signifikan belakangan ini kerap diwarnai oleh praktik-praktik tidak etis yang merugikan investor pemula. Fenomena ini secara populer dikenal sebagai "Monkey Business."
Istilah ini merangkum berbagai kegiatan manipulatif dan bentuk penipuan yang sengaja dirancang untuk menguntungkan segelintir pihak tertentu. Secara fundamental, praktik ini dilakukan dengan mengorbankan mayoritas pemegang aset kripto.
Lantas, apa sebenarnya yang dimaksud dengan "Monkey Business" dalam konteks pasar aset digital ini? Secara umum, ini merupakan istilah informal yang digunakan untuk menggambarkan berbagai jenis kecurangan terorganisir yang terjadi di ekosistem kripto.
Praktik-praktik curang tersebut mengeksploitasi volatilitas tinggi pasar dan sering kali terjadi di area di mana regulasi yang mengikat masih belum terlalu ketat. Tujuannya adalah menarik dana dari investor yang kurang memiliki pemahaman mendalam.
"Istilah ini merangkum serangkaian kegiatan manipulatif dan penipuan yang bertujuan menguntungkan segelintir pihak dengan mengorbankan mayoritas pemegang aset," sebagaimana dijelaskan dalam analisis mengenai risiko pasar digital.
Kegiatan manipulatif ini dapat berbentuk skema pump-and-dump atau penyebaran informasi menyesatkan untuk memengaruhi harga secara artifisial. Praktik ini bertujuan menciptakan ilusi keuntungan cepat bagi korban.
Dikutip dari BISNISMARKET.COM, pengetahuan mendalam mengenai taktik-taktik ini sangat penting bagi para investor agar dapat mengambil langkah protektif yang efektif. Investor perlu selalu skeptis terhadap janji keuntungan yang terlalu fantastis.
Untuk melindungi diri, investor disarankan melakukan riset mandiri secara menyeluruh (Do Your Own Research/DYOR) sebelum menanamkan modal. Selain itu, diversifikasi portofolio juga menjadi salah satu benteng pertahanan utama.
Menghindari aset yang baru diluncurkan tanpa rekam jejak yang jelas juga merupakan strategi pencegahan yang efektif dari praktik manipulatif semacam ini. Pengawasan ketat terhadap sumber informasi juga harus ditingkatkan.
