JABARONLINE.COM - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) kini sedang menggenjot percepatan penyelesaian pembangunan duplikasi Jembatan Krueng Tingkeum yang bersifat permanen di Kecamatan Kutablang, Kabupaten Bireuen, Provinsi Aceh. Langkah masif ini diambil pemerintah sebagai respons pemulihan infrastruktur pascabencana hidrometeorologi yang terjadi sebelumnya.

Keputusan untuk mempercepat pembangunan ini dilakukan pada hari Senin, 27 April 2026, dengan tujuan utama memperkuat konektivitas jalan nasional yang melintasi jalur lintas timur Sumatera. Dengan demikian, diharapkan kelancaran distribusi logistik antarwilayah dapat segera dipulihkan secara optimal.

Jembatan Krueng Tingkeum memegang peranan sangat strategis karena merupakan jalur vital yang menghubungkan Provinsi Aceh dengan Sumatera Utara. Hal ini menjadi perhatian serius pemerintah pusat dalam memastikan kelancaran arus transportasi dan perekonomian regional.

Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa penanganan terhadap infrastruktur yang dianggap strategis ini telah dijadikan prioritas utama oleh jajaran pemerintah. Upaya percepatan ini diharapkan efektif dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat sekitar yang sempat terhambat akibat kerusakan struktur jembatan lama.

Mengenai progres terkini, data yang dihimpun dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Aceh menunjukkan bahwa capaian fisik pembangunan duplikasi jembatan permanen tersebut telah mencapai angka 40,11 persen. Angka ini terbukti melampaui target rencana awal yang ditetapkan sebesar 38,24 persen.

"Jembatan ini memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas nasional, khususnya di lintas timur Sumatera. Oleh karena itu, percepatan penanganan permanen terus dilakukan agar dapat segera difungsikan secara optimal," kata Dody Hanggodo, Menteri PU.

Struktur jembatan baru yang sedang dibangun ini memiliki bentang sepanjang 149,7 meter dan dirancang menggunakan baja girder yang diterapkan melalui metode konstruksi incremental launching. Teknologi konstruksi modern ini dipilih untuk meningkatkan kapasitas beban serta ketahanan jangka panjang terhadap risiko bencana di masa depan.

Kerusakan pada infrastruktur sebelumnya terjadi pada tanggal 26 November 2025, yang dipicu oleh bencana hidrometeorologi yang menyebabkan gangguan signifikan terhadap arus lalu lintas. Sebagai solusi darurat, jembatan sementara atau jembatan Bailey telah dioperasikan sejak 27 Desember 2025 untuk menjaga mobilitas warga tetap berjalan.

Selama masa konstruksi jembatan permanen berlangsung, petugas teknis secara rutin melakukan pemeliharaan pada jembatan sementara, termasuk pengecekan harian dan koordinasi pengaturan lalu lintas bersama pihak kepolisian setempat. Selain itu, mitigasi dampak lingkungan seperti penyiraman debu di sekitar area proyek juga dilakukan.