JABARONLINE.COM - Anggota DPRD Kota Makassar, Muchlis Misbach, mendorong Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk mengintensifkan patroli rutin di berbagai ruang publik. Langkah ini bertujuan untuk mengidentifikasi titik-titik yang sering dijadikan lokasi berkumpul oleh pasangan sesama jenis pada Rabu (22/4/2026).

Upaya identifikasi ini difokuskan pada sejumlah lokasi yang disinyalir menjadi tempat nongkrong komunitas tersebut. Muchlis menilai perlunya langkah preventif yang nyata dari pemerintah daerah guna menyikapi fenomena sosial yang mulai terlihat secara terbuka, sebagaimana dilansir dari Detikcom.

"Makanya Satpol PP mengidentifikasi, mencari tempat-tempat nongkrong mereka," ujar Muchlis Misbach.

Meskipun menyadari adanya tantangan teknis dalam mengenali pasangan sesama jenis di tengah keramaian, Muchlis menegaskan bahwa aksi di lapangan tetap krusial. Hal ini dipandang sebagai upaya kolektif dalam menjaga norma-norma yang berlaku di tengah masyarakat.

"Meski pun sebenarnya ini susah diidentifikasi, tapi harus ada aksi yang dilakukan. Ini tanggung jawab kita semua karena kalau Allah marah kampung kita dilaknat," kata Muchlis Misbach.

Pemerintah Kota Makassar saat ini juga sedang menginisiasi pembentukan payung hukum baru berupa peraturan daerah. Muchlis berharap agar seluruh lapisan masyarakat, termasuk pemuka agama, dapat bersinergi dalam melakukan langkah pencegahan.

"Dan syukur Alhamdulillah pemerintah Kota Makassar baik dan akan mengusulkannya pembuatan perda tentang HIV dan LGBT. Harapan kami ke depan, bukan cuma pemerintah Kota dan DPRD, tetapi ini semua masyarakat harus ambil fungsi untuk mengantisipasi. Seperti tokoh masyarakat, tokoh agama," kata Muchlis Misbach.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Makassar, terdapat kaitan erat antara fenomena ini dengan isu kesehatan masyarakat. Saat ini, tercatat sedikitnya 500 orang di wilayah tersebut telah terjangkit virus HIV/AIDS.

"Supaya angka itu tidak terus meningkat, karena kalau meningkat bisa mengancam masa depan anak-anak kita," sebut Muchlis Misbach.