JABARONLINE.COM - Budayawan ternama Butet Kartaredjasa memfasilitasi belasan seniman untuk melakukan kegiatan melukis di dalam ruang tahanan Polres Bantul pada Rabu (22/4/2026). Agenda ini dilaksanakan sebagai upaya untuk mempertajam sensitivitas kemanusiaan para praktisi seni di tengah kondisi politik nasional saat ini.

Meskipun sebanyak 23 seniman telah mendaftarkan diri, hanya belasan orang yang terpantau hadir langsung di lokasi kegiatan. Dilansir dari Detikcom, pihak kepolisian membatasi akses peliputan sehingga awak media tidak diperkenankan masuk ke area sel tahanan secara langsung.

Program ini dirancang sedemikian rupa agar para seniman dapat berinteraksi secara personal dengan para penghuni tahanan. Butet menilai bahwa kemampuan untuk merasakan penderitaan sesama merupakan fondasi utama dalam menjalankan nilai-nilai demokrasi secara utuh.

"Tujuan saya mengajak kawan-kawan seniman adalah agar mereka belajar merasakan apa yang dirasakan orang lain, dan pemilihan ruang tahanan ini bertujuan supaya mereka bisa menangkap perasaan para tahanan," kata Butet Kartaredjasa.

Melalui dialog langsung dengan para tahanan, diharapkan sisi empati para seniman dapat terasah lebih tajam. Prinsip kepedulian terhadap sesama manusia dipandang sebagai elemen krusial yang tidak boleh ditinggalkan oleh para pelaku seni dalam berkarya.

"Para seniman harus memiliki empati dan simpati yang kuat terhadap kemanusiaan, sebab prinsip dasar dari demokrasi adalah adanya kepedulian dan perhatian kepada sesama manusia," ujar Butet Kartaredjasa.

Butet juga melontarkan kritik terhadap kondisi pemerintahan saat ini yang dinilainya kurang memberikan edukasi demokrasi yang sehat kepada masyarakat. Ia mengkhawatirkan praktik bernegara akan kehilangan arah tanpa adanya rasa empati yang mendalam.

"Kita melihat fenomena di mana rezim saat ini cenderung mengkhianati nilai demokrasi dan tidak memberikan pelajaran yang baik kepada publik mengenai praktik berdemokrasi yang sesungguhnya," ucap Butet Kartaredjasa.

Budayawan tersebut menekankan bahwa kunci utama memahami demokrasi secara menyeluruh adalah dengan memiliki kepekaan terhadap perasaan orang lain. Latihan ini dianggap sebagai cara menjaga integritas dan moralitas seorang seniman dalam menghadapi situasi sosial.