JABARONLINE.COM - Sebuah gudang penyimpanan milik PT Gaganeswara yang berlokasi strategis di Jalan Mayjen Sungkono, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, mengalami musibah kebakaran hebat pada Jumat sore. Insiden serius ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 15.50 WIB.

Peristiwa kebakaran tersebut diduga kuat dipicu oleh masalah teknis pada instalasi kelistrikan yang berada di dalam bangunan gudang tersebut. Penyebab kebakaran ini masih menjadi fokus utama dalam proses investigasi yang dilakukan pihak berwenang.

Kasi Humas Polresta Malang Kota, Ipda Lukman Sobikhin, mengonfirmasi informasi mengenai laporan kebakaran yang diterima oleh pihaknya. Pihak kepolisian segera melakukan penyelidikan awal setelah menerima laporan kejadian tersebut.

"Penyebab kebakaran diduga karena konsleting lisitrik," ujar Lukman saat memberikan keterangan pada Jumat (24/4/2026) malam. Dikutip dari Detikcom, dugaan awal mengarah pada adanya hubungan arus pendek listrik sebagai pemicu utama si jago merah.

Kobaran api menunjukkan kecepatan rambat yang luar biasa karena gudang tersebut menyimpan berbagai material yang sangat mudah terbakar. Material yang tersimpan merupakan komponen pendukung dalam proses produksi rokok, seperti tumpukan kardus dan filter.

Selain itu, area yang terdampak kebakaran juga menyimpan banyak etiket atau pembungkus rokok yang tersimpan dalam jumlah besar. Kondisi material yang kering ini menambah kompleksitas tantangan bagi petugas pemadam kebakaran dalam mengendalikan api secara cepat.

Hingga berita ini disusun, tim dari Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Malang masih terus berupaya melakukan proses pembasahan secara intensif di titik-titik api yang tersisa. Kepulan asap tebal masih terlihat menyelimuti area gudang yang terbakar tersebut.

Untuk menanggulangi kebakaran ini, sebanyak delapan unit mobil PMK Kota Malang dikerahkan langsung ke lokasi kejadian. Upaya pemadaman juga mendapat dukungan tambahan dari armada instansi lain untuk memastikan pasokan air tersedia selama proses pendinginan.

Tiga armada tambahan milik Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang turut diterjunkan untuk membantu menyuplai kebutuhan air di lokasi. Kolaborasi antarinstansi ini dilakukan sebagai langkah strategis guna mempercepat pendinginan dan mencegah api muncul kembali.