JABARONLINE.COM - Pada awal bulan Mei 2026, terjadi penyesuaian harga jual bahan bakar minyak (BBM) oleh sejumlah operator swasta di Indonesia. Perubahan ini terlihat pada beberapa produk yang ditawarkan oleh SPBU Vivo dan BP, yang mengalami kenaikan harga.
Kenaikan harga BBM di sektor swasta ini merupakan respons berkala terhadap dinamika harga minyak mentah di pasar internasional. Peristiwa ini terjadi seiring dengan adanya gejolak energi yang dipicu oleh konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Berbeda dengan tren kenaikan di perusahaan swasta, PT Pertamina (Persero) terpantau masih mempertahankan harga jual BBM yang berlaku sebelumnya. Ketetapan harga dari perusahaan energi milik negara ini belum mengalami perubahan sejak penyesuaian terakhir yang dilakukan pada tanggal 18 April 2026.
Di jaringan SPBU BP, terjadi lonjakan harga yang cukup signifikan pada produk BP Ultimate Diesel. Bahan bakar jenis diesel ini mengalami kenaikan harga menjadi Rp 30.890 per liter, yang sebelumnya dijual seharga Rp 25.560 per liter per 2 Mei 2026.
Meskipun varian diesel di BP mengalami kenaikan drastis sebesar Rp 5.330 per liter, produk BP lainnya menunjukkan stabilitas harga. Produk BP 92 masih dibanderol dengan harga Rp 12.390 per liter, sementara BP Ultimate tetap berada di posisi Rp 12.930 per liter.
SPBU Vivo juga mencatat kenaikan harga yang tajam, berlaku sejak tanggal 1 Mei 2026, terutama pada produk Diesel Primus Plus. Produk ini kini melonjak menjadi Rp 30.890 per liter, menyamai harga yang ditetapkan oleh SPBU BP untuk diesel mereka.
Untuk varian Revvo 92 di SPBU Vivo, harga jual masih dipertahankan pada angka Rp 12.390 per liter. Namun, informasi mengenai ketersediaan stok untuk jenis Revvo 95 saat ini dilaporkan belum tersedia untuk para pelanggan.
Kondisi yang berbeda nampak pada SPBU Shell, di mana perusahaan tersebut hingga kini belum menyediakan kembali seluruh rangkaian produk BBM miliknya. Hal ini dikonfirmasi melalui laman resmi perusahaan yang memberikan keterangan mengenai kekosongan stok yang masih berlangsung.
"Melalui laman resminya, perusahaan memberikan keterangan mengenai kekosongan stok tersebut," demikian disampaikan mengenai situasi terkini ketersediaan produk di SPBU Shell.
