JABARONLINE.COM - Harga emas batangan yang dijual oleh Aneka Tambang Tbk (ANTM) tercatat mengalami koreksi cukup tajam pada hari Kamis, 23 April 2026. Harga jual per gram dilaporkan turun sebesar Rp25.000, sehingga posisi barunya berada di angka Rp2.805.000 per gram.
Penurunan harga ini juga terlihat pada berbagai jenis logam mulia lainnya yang dijual melalui Pegadaian dan Galeri 24. Kondisi pasar saat ini dipengaruhi oleh berbagai dinamika, termasuk ketidakpastian yang muncul dari isu geopolitik di tingkat global.
Data resmi dari situs Logam Mulia menunjukkan bahwa harga hari Kamis tersebut merupakan penurunan dari posisi sebelumnya pada Rabu, 22 April 2026, yang sempat berada di level Rp2.830.000 per gram. Jika ditarik dalam sepekan terakhir, akumulasi penurunan harga emas Antam sudah mencapai Rp83.000 per gram dari harga tertinggi di Rp2.888.000 pada 16 April 2026.
Tidak hanya produk Antam, merek emas lainnya juga mengalami pelemahan harga yang serupa. Dilansir dari CNBC Indonesia, harga emas Galeri 24 kini berada di Rp2.835.000 per gram, sementara emas UBS terpantau merosot ke level Rp2.877.000 per gram.
Lebih lanjut, emas Antam Retro juga mengalami penyesuaian harga jual yang kini dibanderol seharga Rp2.918.000 per gram. Sementara itu, harga pembelian kembali atau buyback emas Antam ditetapkan pada angka Rp2.610.000 per gram.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, memberikan pandangan mengenai potensi batas bawah penurunan harga komoditas ini. Ia menilai bahwa pelemahan nilai tukar rupiah di atas Rp17.300 per dolar AS menjadi faktor penahan utama bagi harga emas.
"Kalau seandainya turun pun juga kemungkinan besar hanya di Rp 2,75 juta. Itu level terendah," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat pasar uang, mengenai prediksi titik terendah harga emas.
Ibrahim juga menanggapi spekulasi bahwa harga emas bisa saja jatuh di bawah Rp2 juta per gram di kemudian hari. Menurutnya, kondisi pelemahan mata uang domestik justru akan memberikan dukungan fundamental bagi nilai emas dalam jangka panjang.
"Nah kalau seandainya bahwa logam mulia itu akan turun di bawah Rp 2 juta sangat sulit. Karena apa? harus ingat bahwa rupiah terus mengalami pelemahan. Pelemahan rupiah yang sekarang sudah di atas Rp 17.300 ini mengindikasi bahwa logam mulia itu akan kembali berjaya lagi," ujar Ibrahim Assuaibi, Pengamat pasar uang.
