JABARONLINE.COM - Sebuah unggahan di media sosial belakangan ini menarik perhatian publik luas dengan klaim adanya kesepakatan antara tokoh penting terkait harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite. Informasi tersebut dengan cepat menyebar dan memicu diskusi hangat di kalangan warganet mengenai kebijakan energi nasional.
Unggahan spesifik mengenai topik ini tercatat telah dilihat oleh lebih dari 300 ribu kali hingga hari Senin, 12 April 2026. Tingkat interaksi yang tinggi ini menunjukkan besarnya minat masyarakat terhadap isu penurunan harga BBM yang sedang beredar.
Lebih lanjut, data menunjukkan bahwa konten tersebut berhasil mendapatkan respons signifikan dari publik, termasuk disukai lebih dari 8 ribu kali. Selain itu, unggahan ini memicu lebih dari 3 ribu komentar dan telah dibagikan ulang sebanyak 281 kali.
Untuk memverifikasi kebenaran klaim yang viral tersebut, Tim Cek Fakta Kompas.com melakukan penelusuran mendalam terhadap pernyataan resmi dari pihak-pihak terkait. Proses verifikasi ini penting untuk mencegah penyebaran informasi yang keliru di masyarakat.
Hasil penelusuran tim tersebut menunjukkan bahwa tidak ditemukan adanya pernyataan resmi yang mendukung narasi yang beredar luas di jagat maya tersebut. Tim cek fakta melakukan investigasi terhadap kemungkinan adanya pernyataan dari kedua tokoh yang diklaim terlibat.
"Tim Cek Fakta Kompas tidak menemukan pernyataan baik dari Prabowo atau Purbaya mengenai rencana penurunan Pertalite," demikian hasil temuan yang disajikan oleh tim verifikasi tersebut.
Klaim mengenai kesepakatan penurunan harga Pertalite tersebut ternyata tidak didukung oleh bukti otentik dari Prabowo maupun Purbaya. Hal ini menguatkan indikasi bahwa informasi yang beredar luas tersebut merupakan misinformasi atau hoaks.
Dilansir dari artikel cek fakta Kompas.com, penelusuran ini didasarkan pada upaya pemastian kebenaran informasi publik yang telah menjadi fokus utama mereka. Tim ini secara rutin menanggapi isu-isu yang berkembang pesat di ranah digital.
Sebagai catatan tambahan, dilansir dari Kompas sebelumnya, diketahui bahwa PT Pertamina memiliki peran sentral dalam pengelolaan dan penetapan harga BBM di Indonesia. Informasi mengenai kebijakan harga biasanya bersumber langsung dari perusahaan energi negara tersebut.
