JABARONLINE.COM - Biro Keselamatan Transportasi Australia (ATSB) memberikan apresiasi tinggi atas respons cepat dan profesional dari kru pesawat Qantas dengan nomor penerbangan QF520. Apresiasi ini diberikan setelah investigasi resmi mengenai insiden kegagalan mesin pesawat Boeing 737-800 tersebut selesai dilaksanakan.

Peristiwa kritis ini terjadi pada November 2024 saat pesawat lepas landas dari Sydney menuju Brisbane, mengangkut total 181 penumpang di dalamnya. Investigasi resmi yang dirilis pada Rabu, 29 April 2026, menjadi landasan untuk memuji tindakan awak pesawat dalam situasi darurat tersebut.

Insiden bermula ketika mesin kanan pesawat mengalami ledakan saat berada di fase kritis lepas landas. Awak pesawat mendeteksi kegagalan mesin melalui lampu peringatan dan indikator getaran yang muncul.

Keputusan krusial diambil oleh kru untuk tidak membatalkan lepas landas, karena pesawat sudah melewati kecepatan aman untuk dapat berhenti di landasan pacu. Mereka memilih melanjutkan penerbangan sambil segera mempersiapkan prosedur darurat.

Kepala Komisaris ATSB, Angus Mitchell, secara eksplisit menyatakan kekagumannya terhadap tindakan yang diambil oleh para awak kokpit.

"Kegagalan mesin ini terjadi pada saat terburuk selama fase kritis penerbangan," ujar Angus Mitchell.

Mitchell menekankan pentingnya kolaborasi antar tim dalam menangani situasi darurat tersebut. Kerjasama antara kru kabin, petugas pengatur lalu lintas udara, dan layanan penyelamatan bandara dinilai sangat menentukan keberhasilan prosedur pendaratan ulang.

"Kru pesawat merespons dengan cepat dan tegas, melanjutkan lepas landas, menyatakan keadaan darurat, dan menjalankan daftar periksa yang relevan sambil merencanakan kembali ke Sydney," kata Angus Mitchell.

Seorang penumpang bernama Mark Willacy menceritakan pengalaman menegangkan saat suara ledakan keras terdengar dari mesin sesaat setelah pesawat meninggalkan landasan. Ia juga menyoroti perbedaan rasa pada pesawat setelah insiden tersebut terjadi.