JAKARTA – Narasi mengenai pembangunan pangkalan militer Amerika Serikat (AS) di wilayah Natuna kembali memicu perbincangan hangat di media sosial. Isu ini mencuat bersamaan dengan kabar bergabungnya Indonesia dalam kerja sama internasional yang disebut sebagai BOP.

Beberapa unggahan di platform digital bahkan mengaitkan langkah tersebut dengan isu geopolitik yang lebih luas, seperti normalisasi hubungan diplomatik dengan Israel hingga tudingan bahwa Indonesia akan menjadi lokasi basis militer asing. Namun, pemerintah menegaskan bahwa informasi tersebut tidak benar dan merupakan bentuk disinformasi lama yang sengaja disebarkan kembali.

Hoaks Lama yang Dikemas Ulang

Klaim bahwa Indonesia menawarkan wilayah Natuna sebagai pangkalan militer AS bukanlah isu baru. Narasi serupa telah muncul sejak tahun 2020 dan telah diverifikasi oleh berbagai pihak sebagai informasi bohong.

Pada saat itu, pernyataan resmi pemerintah hanya berkaitan dengan peluang investasi ekonomi di Natuna, bukan kerja sama pembangunan basis militer. Dengan demikian, isu yang viral saat ini dipastikan bukan merupakan fakta baru, melainkan pengulangan hoaks lama yang dikemas dalam konteks yang berbeda.

Menanggapi kabar yang beredar, salah satunya dari akun X @independenSumatera, pengamat militer Mayjen (Purn) R. Gautama memberikan bantahan tegas. Ia menyatakan bahwa hingga saat ini tidak ada pangkalan militer asing yang berdiri di wilayah kedaulatan Indonesia.

"Tidak ada itu pangkalan militer asing di Indonesia," tegas Gautama saat dihubungi pada Kamis (16/4).

Narasi Konflik Global Dinilai Tidak Realistis

Selain isu pangkalan militer, muncul pula kekhawatiran bahwa wilayah strategis seperti Sumatera dan Selat Malaka akan menjadi medan perang jika terjadi ketegangan antara negara-negara besar seperti AS dan China. Namun, secara geopolitik, skenario tersebut dinilai tidak realistis.