JABARONLINE.COM - Aparat Kepolisian Resor Kota (Polresta) Solo berhasil melakukan penangkapan terhadap komplotan pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang memiliki jaringan operasi lintas provinsi. Kelompok ini diketahui berasal dari Bangkalan, Jawa Timur, dan telah melakukan serangkaian aksi pencurian di berbagai daerah.

Penangkapan terhadap para pelaku ini merupakan hasil kerja sama antara tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Solo dengan Polrestabes Surabaya. Proses pengungkapan kasus ini puncaknya terjadi pada hari Rabu, 21 April, setelah koordinasi dilakukan hingga ke wilayah Madura.

Aksi kriminalitas sindikat yang beranggotakan lima orang ini mulai terendus setelah mereka melakukan pencurian di wilayah Kelurahan Pucangsawit, Kecamatan Jebres, Solo, pada hari Rabu, 18 Maret. Dilansir dari Detikcom, para tersangka diketahui sengaja datang dari Jawa Timur menggunakan bus umum untuk melancarkan aksinya di luar daerah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Solo, AKP Derry Eko Setiawan, menjelaskan bahwa rangkaian kejahatan mereka dimulai dari Kabupaten Klaten. Di Klaten, komplotan ini berhasil menggondol satu unit sepeda motor jenis Honda Vario sebelum bergerak menuju target berikutnya di Solo.

Setibanya di Solo, komplotan ini menargetkan sepeda motor Honda CRF, namun upaya mereka dipergoki langsung oleh pemilik kendaraan. "Dua pelaku mengambil motor Honda CRF menggunakan kunci leter T. Motor didorong dengan menggunakan sarana Honda Beat," kata Derry Eko Setiawan saat konferensi pers di Mapolresta Solo pada hari Jumat, 1 Mei 2026.

Situasi kemudian menjadi tegang ketika korban berusaha mengejar para pelaku hingga ke jalur lambat Jalan Ir. Juanda di bawah perlintasan kereta api. Teriakan minta tolong dari korban membuat para tersangka panik, yang mengakibatkan salah satu dari mereka terjatuh dari motor Honda CRF hasil curian tersebut.

Korban yang ketakutan karena sempat ditodong senjata oleh salah satu pelaku kemudian melarikan diri, meninggalkan motor Honda Vario miliknya. "Pelaku yang naik Honda Vario (motor curian di Klaten) menodongkan senjata airsoft gun. Korban yang ketakutan lari meninggalkan motornya (Vario), kemudian pelaku mengambil motor korban. Para pelaku melarikan diri ke arah utara," ucap Derry Eko Setiawan.

Meskipun Honda CRF berhasil diamankan kembali oleh korban, motor Honda Vario hasil curian di Klaten dibawa kabur pelaku ke arah utara. Polisi kemudian melakukan pelacakan mendalam yang akhirnya berhasil mengidentifikasi identitas para anggota komplotan tersebut.

AKP Derry Eko Setiawan juga menjelaskan mengenai hasil kejahatan mereka di berbagai lokasi. "Komplotan spesialis pencurian motor. TKP pertama di Klaten dengan hasil motor Vario. Lalu TKP Solo, dengan hasil juga motor Vario. Tapi Vario TKP Solo, baru kita amankan dokumen saja, motor dalam pencarian, karena dijual pelaku di Madura, kami baru melakukan pengembangan," jelas Derry.