JABARONLINE.COM - Petenis Amerika Serikat, Hailey Baptiste, berhasil menorehkan kejutan besar dalam turnamen Madrid Open 2026 setelah menaklukkan unggulan pertama sekaligus juara bertahan, Aryna Sabalenka. Kemenangan ini diraih Baptiste pada babak perempat final yang berlangsung sengit di Stadion Manolo Santana.
Duel dramatis yang terjadi pada Selasa (29 April 2026) tersebut berakhir dengan skor akhir 2-6, 6-2, dan 7-6 (8-6) untuk keunggulan Baptiste. Hasil ini secara otomatis menghentikan rentetan 15 kemenangan beruntun yang sebelumnya dipegang oleh Sabalenka di berbagai kompetisi.
Pertandingan ini menjadi sorotan utama karena Sabalenka gagal memanfaatkan enam peluang match point yang sempat ia pegang untuk mengunci kemenangan. Kekalahan ini menandai pertama kalinya petenis asal Belarusia tersebut harus menelan kekalahan setelah menyia-nyiakan keunggulan match point sejak final Madrid Open 2024 melawan Iga Swiatek.
Pada set pertama, Sabalenka menunjukkan dominasinya dengan merebut keunggulan 6-2 setelah berhasil melakukan dua kali break poin terhadap servis Baptiste. Permainan Sabalenka terlihat sangat kuat pada fase awal pertandingan tersebut.
Namun, momentum pertandingan berbalik secara signifikan pada set kedua. Baptiste tampil jauh lebih dominan dan berhasil memanfaatkan kesalahan fatal berupa double fault yang dilakukan Sabalenka pada gim pembuka set kedua, memaksa pertandingan berlanjut ke set penentuan.
Set ketiga menyajikan drama puncak yang membuat penonton menahan napas. Sabalenka sempat memimpin dan memiliki lima peluang match point ketika kedudukan 5-4 atas servis Baptiste, tetapi gagal mengonversi satupun dari kesempatan tersebut dalam gim yang harus melalui lima kali deuce.
Baptiste, yang sebelumnya tercatat memenangkan tie-break terpanjang musim ini saat melawan Belinda Bencic, menunjukkan ketangguhan mental yang luar biasa. Ia berhasil memanfaatkan kesempatan match point keduanya untuk memastikan kemenangan dramatis tersebut.
"Kemenangan dramatis dengan skor 2-6, 6-2, 7-6 (8-6) di Stadion Manolo Santana tersebut sekaligus mengakhiri tren 15 kemenangan beruntun milik Sabalenka," demikian disebutkan dalam analisis pertandingan tersebut.
Capaian Baptiste ini mencetak sejarah baru, menjadikannya petenis Amerika Serikat kedua yang mampu mengalahkan petenis nomor satu dunia di Madrid Open, mengikuti jejak Serena Williams pada tahun 2012. Selain itu, ia juga menjadi pemain kedua dalam satu dekade terakhir yang berhasil menembus semifinal lapangan tanah liat tingkat WTA pertamanya di turnamen tersebut.
