JABARONLINE.COM - Ribuan masyarakat memadati kawasan Taman Surawisesa, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, pada Minggu sore, 3 Mei 2026. Massa berkumpul untuk menyaksikan prosesi Kirab Mahkota Binokasih yang diselenggarakan dalam rangka perayaan Milangkala Tatar Sunda.

Acara ini mengusung tema "Kawali Mulang ka Diri," menandai momen penting kembalinya simbol kekuasaan tersebut ke tanah asalnya di Galuh. Rangkaian kirab ini sebelumnya telah dilaksanakan di Sumedang, yang merupakan lokasi penyimpanan mahkota tersebut saat ini.

Mahkota Binokasih memiliki nilai sejarah mendalam, diciptakan oleh Bunisora Suradipati selama masa kepemimpinannya di Kerajaan Galuh, antara tahun 1357 hingga 1371. Bunisora menjabat sebagai wali bagi keponakannya, Niskala Wastu Kancana, setelah sang ayahanda wafat dalam peristiwa Bubat.

Mahkota emas yang memiliki bobot sekitar delapan kilogram tersebut disiapkan sebagai lambang kasih sayang dan simbol kemaharajaan Kerajaan Galuh. Niskala Wastu Kancana baru secara resmi mengenakan mahkota tersebut untuk pertama kalinya ketika dilantik menjadi raja setelah menginjak usia dewasa.

Prosesi kirab dimulai tepat pukul 19.30 WIB dengan pengawalan yang ketat dari aparat keamanan. Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, tampak memimpin barisan dengan menunggangi kuda berwarna putih, diikuti oleh kereta kencana dan jajaran pejabat daerah lainnya.

Kemeriahan acara semakin terasa dengan kehadiran defile kesenian helaran yang menampilkan keberagaman seni dari 27 kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Berbagai daerah menampilkan atraksi budaya khas masing-masing wilayah di hadapan para penonton yang memadati rute.

Berbagai kesenian turut memeriahkan, seperti Ngarak Posong dari Cianjur, Angklung Gubrag dan Tari Payung Pajajaran dari Bogor, serta Rengkong dan Boles dari Sukabumi. Selain itu, ada seni Badud dari Pangandaran, Jurig Sarengseng dari Kota Banjar, dan Bebegig Sukamantri dari Ciamis sebagai tuan rumah.

Kesenian lain yang ditampilkan meliputi Tarangtang dari Kota Tasikmalaya, Mamanukan dari Kabupaten Tasikmalaya, Genye dari Purwakarta, Sisingaan dari Subang, dan Jajangkungan dari Karawang. Rombongan ditutup dengan penampilan Burok dari Kabupaten Cirebon, setelah sebelumnya menampilkan Tari Topeng dari Kota Cirebon.

Rute kirab membentang sepanjang 1,3 kilometer, dimulai dari Alun-alun Kawali, menyusuri Jalan Talagasari dan Jalan Paronghol Raya, berakhir di Astana Gede Kawali. Lokasi finis ini merupakan situs petilasan penting yang erat kaitannya dengan Kerajaan Sunda Galuh.