JABARONLINE.COM - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) telah menetapkan target strategis untuk meningkatkan kualitas armada perikanan nasional. Program ini berfokus pada modernisasi sebanyak 50 unit kapal ikan dari total populasi kapal yang ada hingga tutup tahun 2026.

Langkah ini merupakan implementasi nyata dari nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani antara pemerintah Republik Indonesia dan Inggris. Program modernisasi ini diharapkan meningkatkan efisiensi dan keamanan operasional di sektor perikanan tangkap.

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap, Lotharia Latif, mengonfirmasi bahwa KKP telah mengawali persiapan program sejak awal tahun 2026. Persiapan awal ini mencakup survei mendalam terhadap galangan kapal yang akan terlibat dalam proyek.

Selain survei fisik, KKP juga tengah memetakan kebutuhan rantai pasok yang esensial untuk proses modernisasi kapal tersebut. Pemetaan ini memastikan ketersediaan komponen pendukung proyek berjalan lancar.

"Kita melakukan survei galangan kapal dan sebagainya. Kita rencana timeline-nya Juni ini mulai penyiapan supply chain, material, equipment, dan berproses dan untuk target tahun 2026 ini sementara 50 kapal dulu yang akan kita selesaikan," kata Latif.

Latif menjelaskan bahwa penentuan target 50 unit kapal ini mempertimbangkan kompleksitas dan waktu yang dibutuhkan untuk pembangunan kapal perikanan modern. Proses ini memerlukan fasilitas yang memadai dan waktu pengerjaan yang tidak sebentar.

Pemerintah telah melakukan peninjauan langsung ke berbagai galangan kapal di seluruh wilayah Indonesia yang dipersiapkan untuk dilibatkan dalam proyek strategis ini. Hal ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memastikan infrastruktur pendukung siap.

"Bikin kapal bukan kayak bikin combro. Ya kita harus nyiapin mulai dari steel-nya, peralatannya. Kita punya waktu 8 bulan Makanya tadi kan saya kan menyampaikan bahwa dari Januari sebenarnya kita sudah mulai bergerak itu survei galangan, karena kan galangan ini harus disiapkan. Kemudian kita beli peralatan pendukung," ujar Latif.

Kapal-kapal yang menjadi fokus utama dalam program modernisasi tahun 2026 ini dipastikan memiliki spesifikasi ukuran 30 Gross Tonnage (GT). Spesifikasi ini dipilih berdasarkan kebutuhan operasional dan standar keselamatan terkini.