JABARONLINE.COM - Wacana penyesuaian tarif layanan bus TransJakarta kembali mengemuka di tengah dinamika kebijakan transportasi publik di Jakarta. Usulan ini datang dari kalangan legislatif dengan mempertimbangkan berbagai aspek ekonomi dan operasional layanan.

Usulan kenaikan tarif tersebut secara spesifik disampaikan oleh Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Nova Harivan Paloh. Ia mengemukakan bahwa tarif ideal yang patut dipertimbangkan saat ini adalah sebesar Rp5.000 per sekali perjalanan.

Nova Harivan Paloh mendasarkan usulan tersebut pada perkembangan standar biaya hidup di ibu kota yang kini telah mengalami peningkatan signifikan. "UMP DKI kan sekarang Rp 5,7 (juta), kalau sekarang (UMP) Rp 5,7 juta kalau masih batas kewajaran itu (tarif TransJ) Rp 5 ribu," ujar Nova kepada wartawan, Sabtu (25/4/2026), sebagaimana dikutip dari Detikcom.

Meskipun ada usulan kenaikan, DPRD menilai bahwa TransJakarta tetap menawarkan nilai ekonomis yang tinggi bagi masyarakat pengguna. Hal ini terutama disebabkan oleh sistem tarif datar (flat) yang diterapkan, terlepas dari seberapa jauh jarak tempuh penumpang.

Keunggulan lain dari layanan ini adalah adanya kebijakan harga khusus yang lebih murah untuk perjalanan yang dilakukan pada pagi hari. Selain itu, perluasan jangkauan rute hingga menyentuh wilayah penyangga seperti Bogor, PIK, Sawangan, dan Bekasi turut menjadi nilai tambah signifikan.

Nova Harivan Paloh menegaskan bahwa meskipun tarif Rp5.000 diusulkan, proses tersebut harus didukung oleh kajian yang mendalam terlebih dahulu. "Batas kewajaran dikatakan Rp 5.000 boleh saja diberlakukan, tapi harus ada kajian ya," sambungnya.

Pihak DPRD meyakini bahwa TransJakarta akan tetap menjadi moda transportasi pilihan utama warga Jakarta, bahkan jika terjadi penyesuaian harga. Kenaikan sebesar Rp1.500 dianggap masih berada dalam batas toleransi jika dibandingkan dengan biaya moda transportasi lain di Jakarta. "Rp 5 ribu saya rasa wajarlah, kalau dilihat harga transportasi lain, paling murah TransJakarta," ucap Nova.

Menanggapi wacana tersebut, manajemen PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) juga membenarkan adanya evaluasi kebijakan tarif yang sedang berjalan. Direktur Utama Transjakarta, Welfizon Yuza, menyatakan bahwa tarif saat ini telah bertahan sangat lama tanpa perubahan.

Informasi ini disampaikan Welfizon saat menghadiri rapat kerja bersama Komisi B DPRD Jakarta di Gedung DPRD, Jakarta Pusat, pada Kamis (23/4). Ia menyoroti bahwa tarif Rp3.500 sudah tidak mengalami penyesuaian sejak periode yang sangat panjang. "Terkait dengan kenaikan tarif. Tentu ini menjadi domain eksekutif ataupun legislatif, tapi kami sudah melakukan kajian terkait dengan kenaikan tarif yang saat ini masih di Rp 3.500 dari tahun 2005 Pak, jadi kira-kira 21 tahun," kata Welfizon.