JABARONLINE.COM - Superstar sepak bola Mohamed Salah kini memiliki banyak prospek karier yang terbuka setelah dipastikan akan meninggalkan Liverpool FC lebih awal dari jadwal kontrak resminya. Keputusan ini mengakhiri spekulasi mengenai kelanjutan perjalanan sang pemain bintang di Anfield.
Perpisahan ini terjadi setelah klub dan Salah mencapai kesepakatan bersama untuk mengakhiri ikatan kerja yang seharusnya berakhir pada musim panas 2027. Keputusan mendadak ini sontak memicu minat besar dari berbagai penjuru dunia sepak bola.
Berbagai klub raksasa Eropa, tim-tim kuat di Amerika Serikat, bahkan klub-klub kaya dari Arab Saudi dilaporkan sedang memantau situasi pemain berusia 33 tahun tersebut. Minat ini mengikuti upaya transfer yang sempat dilakukan pada bursa transfer Januari lalu, yang melibatkan klub seperti Al Hilal dan Al Ittihad.
Selain itu, salah satu kekuatan besar dari Ligue 1 Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), juga disebut-sebut masuk dalam daftar klub yang tertarik untuk memboyong Salah dari Liga Inggris. Namun, Salah menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada keputusan final mengenai destinasi berikutnya.
Dalam sebuah wawancara, Salah merefleksikan nasihat yang pernah ia terima terkait waktu yang tepat untuk meninggalkan sebuah klub. Ia mengingat pesan penting yang pernah disampaikan kepadanya mengenai cara berpamitan.
"Saya senang bisa pergi dengan baik-baik seperti yang kamu bilang ke saya - pergilah dengan baik-baik - dan saya masih ingat kata-kata itu," ujar Salah saat diwawancara Steven Gerrard di TNT Sports.
Kapten Tim Nasional Mesir tersebut meyakini bahwa kemampuan dan kondisi fisiknya masih berada di puncak performa untuk bersaing di level tertinggi kompetisi. Keyakinan ini didasarkan pada intensitas bermainnya yang tetap tinggi sepanjang musim yang baru saja berakhir.
"Jujur saya merasa masih bisa memberikan banyak hal; saya masih bagus secara fisik, saya bermain banyak laga musim ini," lanjut Salah, pemain Liverpool.
Salah menekankan bahwa pertimbangan kepindahannya lebih mengacu pada kualitas teknis yang masih ia miliki, bukan karena penurunan performa. Ia merasa berada dalam posisi yang menguntungkan karena banyaknya tawaran berkualitas yang masuk.
