JABARONLINE.COM - Pemerintah Provinsi Gorontalo saat ini tengah melakukan langkah-langkah strategis untuk mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII. Ajang berskala nasional tersebut dijadwalkan akan berlangsung pada tanggal 20 hingga 25 Juni 2026 mendatang.

Pusat kegiatan akan dikonsentrasikan di GOR David Tonny yang berlokasi di Limboto, Kabupaten Gorontalo. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada kapasitas dan aksesibilitas wilayah yang memadai untuk menampung ribuan tamu dari berbagai daerah.

Hingga saat ini, progres pembangunan infrastruktur serta penyediaan fasilitas pendukung di kawasan tersebut menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Dilansir dari BisnisMarket.com, tingkat kesiapan fasilitas fisik dilaporkan sudah hampir mencapai angka 100 persen.

Keberhasilan dalam menyiapkan sarana prasarana ini menjadi kunci utama dalam menjamin kenyamanan para peserta. Panitia terus melakukan peninjauan berkala untuk memastikan setiap detail teknis di lapangan tidak mengalami kendala sebelum hari pelaksanaan.

"Kegiatan ini dirancang bukan hanya sebagai agenda seremonial semata, melainkan menjadi momentum strategis untuk mendorong perputaran roda ekonomi di tingkat daerah," ujar Dr. Ir. Muljady Mario.

Sebagai solusi praktis dalam menghadapi lonjakan pengunjung, panitia telah melakukan pemetaan terhadap titik-titik akomodasi. Langkah ini diambil mengingat estimasi jumlah peserta yang akan hadir diprediksi mencapai sekitar 30.000 orang dari seluruh penjuru Indonesia.

"Pihak panitia telah menyusun langkah-langkah konkret terkait manajemen logistik dan penyediaan tempat tinggal bagi para peserta agar pelaksanaan acara berjalan lancar," kata Dr. Ir. Muljady Mario.

Selain fokus pada penginapan, penyediaan transportasi lokal dan distribusi logistik juga menjadi perhatian utama dalam skema persiapan ini. Koordinasi antarinstansi terus diperkuat guna memberikan pelayanan terbaik bagi para petani dan nelayan yang akan berkumpul.

Dengan kesiapan yang matang, Gorontalo optimistis dapat menjadi tuan rumah yang sukses dan memberikan dampak jangka panjang bagi sektor agribisnis. Sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat menjadi faktor penentu keberhasilan perhelatan besar ini.