JABARONLINE.COM - Kawasan perairan di timur laut Somalia kembali diguncang insiden keamanan maritim serius. Sebuah kapal tanker minyak dilaporkan telah diambil alih oleh sekelompok individu bersenjata pada hari Selasa, 21 April 2026.
Badan Keamanan Maritim Inggris (UKMTO) menjadi pihak pertama yang mengonfirmasi insiden ini. Mereka menyatakan bahwa kapal tanker tersebut kini berada di bawah kendali pihak yang tidak berwenang di wilayah lepas pantai timur laut negara tersebut.
Aksi penyitaan kapal tanker ini terjadi di sekitar area timur laut kota Mareeyo. Dilansir dari Detikcom, otoritas militer setempat segera melaporkan pergerakan kapal tersebut setelah pengambilalihan terjadi.
Berdasarkan informasi yang diterima, para pembajak segera mengarahkan kapal tanker curian tersebut masuk lebih jauh ke perairan teritorial Somalia. Hal ini meningkatkan kompleksitas upaya pembebasan dan pemulihan kapal.
Pernyataan resmi dari UKMTO mengonfirmasi pergerakan kapal tersebut setelah diambil alih. "Otoritas militer melaporkan adanya pihak tidak berwenang yang mengambil alih kapal tanker dan mengarahkan kapal tersebut sejauh 77 mil laut ke selatan di dalam perairan teritorial Somalia," demikian pernyataan UKMTO.
Hingga berita ini diturunkan, pihak berwenang Somalia belum mengeluarkan keterangan resmi kepada media mengenai detail spesifik mengenai insiden pembajakan tanker minyak tersebut. Situasi ini membutuhkan penanganan cepat dari otoritas terkait.
Insiden ini menggarisbawahi peningkatan signifikan risiko keamanan maritim di kawasan tersebut, khususnya yang berbatasan langsung dengan Laut Merah dan Teluk Aden. Jalur pelayaran vital ini kembali terancam stabilitasnya.
Situasi keamanan diperparah dengan adanya serangkaian serangan lain yang terjadi dalam pekan yang sama. Pada hari Kamis, 23 April 2026, sebuah kapal penangkap ikan juga dilaporkan menjadi korban pembajakan oleh sebelas orang bersenjata.
Pihak berwenang memberikan penekanan serius terhadap perkembangan ini. "Secara keseluruhan, peristiwa ini menunjukkan adanya ancaman pembajakan yang nyata," ujar mereka dalam pernyataan lanjutan terkait eskalasi insiden.
