JABARONLINE.COM - Patrick Walujo, sosok yang dikenal piawai dalam mengelola aset bernilai miliaran, telah mengambil langkah signifikan dengan melepaskan kepemilikan sahamnya di PT BUMA Internasional Grup Tbk (DOID).

Keputusan ini sontak menimbulkan tanda tanya besar di kalangan pelaku pasar: ada apa di balik keputusan sang Co-Founder & Managing Partner Northstar Group ini?

Perlu diingat, akuisisi saham DOID oleh Northstar Tambang Persada Ltd pada tahun 2009 merupakan salah satu transaksi besar yang pernah terjadi di industri pertambangan Indonesia.

Saat itu, Northstar Tambang Persada Ltd, kendaraan investasi yang dikelola Patrick, merogoh kocek fantastis senilai US$350 juta untuk mengamankan porsi saham tersebut.

Transaksi ini dilakukan pada harga pelaksanaan antara Rp1.350 hingga Rp1.400 per saham, menunjukkan besarnya investasi yang dikeluarkan oleh Northstar Tambang Persada Ltd.

Dilansir dari BisnisMarket.com, kabar mengejutkan ini datang dari dunia investasi Indonesia, menimbulkan banyak pertanyaan tentang alasan di balik keputusan Patrick Walujo.

Keputusan Patrick Walujo untuk keluar dari posisinya di Northstar Tambang Persada Ltd menjadi sorotan utama, terutama karena peranannya sebagai Co-Founder & Managing Partner Northstar Group.

Langkah ini menunjukkan pergerakan strategis di balik layar yang mungkin memiliki dampak signifikan pada industri pertambangan Indonesia.

Dengan keputusan ini, Patrick Walujo memilih untuk melepaskan kepemilikan sahamnya di PT BUMA Internasional Grup Tbk, menandai babak baru dalam perjalanan investasinya.