JABARONLINE.COM - PT Pertamina (Persero) telah mengambil langkah antisipatif untuk memastikan kelancaran operasional penerbangan haji tahun 2026 melalui penyediaan pasokan bahan bakar pesawat atau avtur yang memadai di wilayah Palembang. Kesiapan ini berpusat pada Aviation Fuel Terminal (AFT) Bandara Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) II Palembang.

Sebanyak 2.080 kilo liter (KL) avtur telah disiapkan oleh Pertamina sejak Rabu, 23 April 2026, untuk mendukung seluruh rangkaian jadwal penerbangan jemaah haji yang berangkat dari embarkasi Palembang.

Agenda keberangkatan dan kepulangan jemaah haji dari embarkasi Palembang dijadwalkan berlangsung selama periode waktu yang cukup panjang, yaitu mulai tanggal 21 April hingga 24 Juni 2026. Total penerbangan yang dilayani mencakup 32 kelompok terbang (kloter), yang dibagi rata menjadi 16 kloter keberangkatan dan 16 kloter kepulangan.

Markani, selaku Aviation Fuel Terminal Manager, memberikan konfirmasi mengenai kesiapan total fasilitas pendukung yang ada di lokasi tersebut. Ia menegaskan bahwa semua sarana telah diperiksa dan dipastikan dalam kondisi prima untuk menjamin distribusi avtur berjalan mulus selama musim haji berlangsung.

"Total avtur yang kami siapkan sebesar 2.080 KL untuk mendukung seluruh penerbangan haji tahun ini," ujar Markani saat diwawancarai pada hari Rabu (23/4/2026).

Berdasarkan perhitungan teknis yang telah dilakukan oleh Pertamina, total kebutuhan bahan bakar untuk seluruh fase keberangkatan dan kepulangan diperkirakan hanya mencapai 1.264 KL. Hal ini menunjukkan bahwa stok avtur yang telah disediakan jauh melebihi estimasi kebutuhan operasional.

"Kebutuhan full untuk fase keberangkatan dan kepulangan sekitar 1.264 KL. Kami siap dengan stok tersebut karena ketersediaan avtur di Palembang dalam kondisi cukup," ungkap Markani.

Selain memastikan volume stok yang memadai, Pertamina juga menyiagakan armada pendukung berupa tujuh unit mobil refueler. Armada ini memiliki total kapasitas gabungan mencapai 63 KL, yang bertujuan untuk mempercepat proses pengisian bahan bakar kepada pesawat maskapai penerbangan.

"Untuk sarfas reguler, kami punya tujuh refueler dengan total kapasitas 63 KL. Tenaga pengisian juga siap, begitu juga suplai dari fuel terminal ke lokasi kami dalam kondisi mencukupi," jelas Markani.