JABARONLINE.COM - Suasana tenang di kawasan Bojongherang, Cianjur, mendadak terusik oleh kabar memilukan yang menimpa dunia pendidikan setempat. Dua remaja yang masih duduk di bangku kelas 9 Sekolah Menengah Pertama (SMP) harus menanggung luka akibat sebuah insiden kekerasan yang diduga terencana.

Kedua korban yang diketahui berinisial MRM (15) dan MAS (15) kini menjadi pusat perhatian aparat kepolisian setelah insiden tersebut mencuat ke publik. Mereka diduga menjadi korban dari aksi kekerasan fisik yang menyerupai pertarungan jalanan atau yang sering diistilahkan sebagai aksi "gladiator".

Pihak kepolisian dari Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur bergerak cepat setelah menerima laporan resmi terkait peristiwa memprihatinkan ini. Laporan tersebut dilayangkan oleh seorang orang tua korban berinisial E (35) yang mencari keadilan atas musibah yang menimpa anaknya.

"Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Cianjur saat ini tengah menyelidiki kasus dugaan penganiayaan yang melibatkan pelajar di wilayah Bojongherang," ujar AKP Fajri Amelia Putra selaku Kasat Reskrim Polres Cianjur.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, insiden ini terjadi di lingkungan pemukiman warga yang seharusnya menjadi ruang aman bagi aktivitas remaja. Luka-luka yang dialami oleh MRM dan MAS menunjukkan adanya dampak kekerasan fisik yang nyata selama peristiwa berlangsung.

"Kami telah menerima laporan resmi dari orang tua salah satu korban yang berinisial E," kata AKP Fajri Amelia Putra saat menjelaskan perkembangan awal kasus ini.

Penyelidikan kini difokuskan pada pendalaman motif di balik aksi tersebut serta mencari tahu siapa saja pihak yang terlibat dalam lingkaran kekerasan ini. Polisi berupaya mengumpulkan bukti-bukti di lapangan guna memastikan apakah benar terdapat unsur kesengajaan dalam aksi yang diduga menyerupai duel tersebut.

Sebagaimana dilansir dari keterangan pihak kepolisian, sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian akan dimintai keterangan lebih lanjut. Langkah ini diambil untuk memperjelas kronologi peristiwa yang telah mencoreng citra pelajar di wilayah Kabupaten Cianjur tersebut.

"Dua korban yakni MRM dan MAS yang merupakan siswa kelas 9 SMP dilaporkan mengalami luka-luka akibat insiden tersebut," tutur AKP Fajri Amelia Putra dalam keterangannya kepada media.