JABARONLINE.COM - Perkembangan signifikan telah dicapai oleh tim medis Rumah Sakit Polri Kramat Jati terkait musibah tabrakan antara Kereta Api (KA) Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) di wilayah Stasiun Bekasi Timur. Proses identifikasi jenazah korban meninggal dunia telah menunjukkan kemajuan signifikan pada Selasa, 28 April 2026.
Tim Disaster Victim Identification (DVI) RS Polri berhasil melakukan penentuan identitas terhadap sepuluh jenazah korban kecelakaan beruntun tersebut. Proses ini dilakukan melalui sidang rekonsiliasi yang membandingkan data post-mortem dari jenazah dengan data ante-mortem dari pihak keluarga korban.
Kepala Rumah Sakit (Karumkit) RS Polri Kramat Jati, Brigjen Prima Heru Yulihartono, mengumumkan secara resmi hasil positif dari upaya identifikasi tersebut. "Pada pukul 14.00 WIB telah dilaksanakan sidang rekonsiliasi untuk menentukan identitas korban, dan memutuskan 10 jenazah telah berhasil teridentifikasi," ujar Brigjen Prima Heru Yulihartono, dilansir dari Detikcom.
Dari sepuluh jenazah yang berhasil diidentifikasi, ditemukan adanya kesamaan demografis yang menarik perhatian tim forensik. Seluruh sepuluh korban yang teridentifikasi tersebut diketahui merupakan kaum perempuan.
Rentang usia para korban yang teridentifikasi ini cukup beragam, meliputi rentang usia mulai dari 19 tahun hingga 52 tahun. Tim dokter kepolisian telah melakukan verifikasi menyeluruh terhadap data identitas kesepuluh korban tersebut sebelum diumumkan secara resmi kepada publik.
Sementara itu, data mengenai jumlah keseluruhan korban meninggal dunia dalam insiden tragis ini mengalami penyesuaian oleh pihak kepolisian. Kabid Dokkes Polda Metro Jaya, Kombes Martinus Ginting, mengonfirmasi adanya penambahan satu korban jiwa dari data sebelumnya.
"Iya, 15 meninggal," ungkap Kombes Martinus Ginting saat memberikan keterangan pers di Jakarta Timur.
Kombes Martinus Ginting mempertegas kembali informasi mengenai jumlah korban jiwa yang telah dievakuasi dari lokasi kejadian. "Iya betul (15 korban meninggal)," ujar Kombes Martinus Ginting, membenarkan adanya peningkatan satu orang dari laporan awal yang sempat menyebutkan 14 korban meninggal dunia.
Sebagian besar jenazah korban yang telah teridentifikasi maupun yang masih dalam proses identifikasi, saat ini masih berada di fasilitas RS Polri Kramat Jati. Jenazah-jenazah tersebut akan ditangani lebih lanjut sebelum secara resmi diserahkan kepada pihak keluarga masing-masing.
