JABARONLINE.COM - Otoritas penerbangan Kuwait telah mengambil langkah signifikan dengan secara resmi mengoperasikan kembali wilayah udara negara tersebut. Keputusan ini diambil setelah sebelumnya dilakukan penutupan selama kurang lebih dua bulan sebagai respons terhadap situasi keamanan regional.
Pembukaan kembali layanan penerbangan ini mulai efektif berlaku pada hari Kamis, 23 April 2026. Kebijakan ini merupakan penegasan pemulihan aktivitas setelah sempat dihentikan sejak akhir bulan Februari lalu.
Keputusan untuk mengoperasikan kembali ruang udara didasarkan pada evaluasi mendalam terhadap faktor keamanan dan stabilitas yang kini terpantau membaik di kawasan tersebut. Langkah pencegahan awal diambil sebagai antisipasi terhadap potensi dampak konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Direktur Jenderal Otoritas Penerbangan Sipil Kuwait, Hamoud Mubarak, mengonfirmasi bahwa layanan telah dilanjutkan. "Ruang udara di Bandara Internasional Kuwait telah dibuka kembali mulai hari Kamis, setelah penangguhan lalu lintas udara sementara dan preventif sejak 28 Februari akibat situasi di kawasan tersebut," ujar Hamoud Mubarak.
Pemulihan operasional ini dilakukan setelah otoritas terkait melaksanakan pemeriksaan menyeluruh terhadap seluruh infrastruktur penerbangan. Pemeriksaan intensif ini bertujuan memastikan kesiapan penuh setelah adanya serangkaian peristiwa udara yang terjadi di wilayah konflik.
Menurut Mubarak, pembukaan ini merupakan bagian dari strategi pemulihan bertahap yang telah disusun dengan matang. "Adalah bagian dari rencana bertahap yang telah dipertimbangkan dengan matang untuk memulihkan lalu lintas udara secara bertahap guna persiapan operasional penuh bandara dalam periode mendatang," kata Mubarak.
Langkah ini juga menunjukkan komitmen Kuwait dalam menjaga aset transportasi nasional tetap aman dan berfungsi optimal. Otoritas memastikan bahwa semua protokol keselamatan telah diperbarui sebelum izin terbang diberikan kembali.
Selain fokus internal, Mubarak juga menyoroti pentingnya kolaborasi antarnegara selama masa penangguhan. Pemerintah Kuwait menyampaikan terima kasih atas dukungan logistik yang diberikan oleh negara-negara tetangga.
"Kerja sama dan dukungannya dalam memfasilitasi operasional maskapai Kuwait melalui bandara-bandara mereka selama periode ini," ujarnya, mengapresiasi bantuan negara-negara tetangga selama masa darurat penerbangan.
