JABARONLINE.COM - Sebuah analisis mendalam dari pakar transportasi menyoroti bahwa standar keselamatan untuk kendaraan roda dua di Indonesia masih berada di bawah rata-rata internasional. Kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat volume populasi sepeda motor yang terus mengalami lonjakan signifikan dari waktu ke waktu, sebagaimana dikutip dari Money.

R. Sony Sulaksono Wibowo, seorang ahli transportasi terkemuka dari Institut Teknologi Bandung (ITB), mengaitkan ketertinggalan regulasi ini dengan tingginya angka insiden kecelakaan di jalan raya Indonesia. Menurut pandangannya, sepeda motor masih menjadi kontributor utama dalam statistik kecelakaan lalu lintas secara nasional.

Pakar transportasi tersebut mengemukakan bahwa kebijakan keselamatan yang berlaku saat ini belum mampu memberikan jaminan perlindungan yang merata bagi seluruh pengguna jalan raya. Hal ini menciptakan ketidaksetaraan dalam mitigasi risiko bagi pengendara motor.

"Kebijakan keselamatan saat ini belum mampu memberikan perlindungan yang merata bagi seluruh pengguna jalan," ujar R. Sony Sulaksono Wibowo.

Sony melanjutkan pandangannya bahwa hak atas keselamatan di jalan raya seharusnya tidak bergantung pada kemampuan finansial atau jenis kendaraan yang dibeli oleh masyarakat. Sayangnya, implementasi kebijakan yang ada belum berhasil menciptakan standar perlindungan yang setara bagi semua pengendara.

Ketimpangan perlindungan ini semakin terlihat jelas karena fitur-fitur keselamatan canggih cenderung hanya tersedia pada model motor kelas atas. Akibatnya, pengendara dengan keterbatasan anggaran harus menerima risiko fatalitas yang jauh lebih besar ketika mereka berkendara.

Meskipun terdapat beberapa laporan mengenai penurunan frekuensi insiden kecelakaan, dampak finansial yang ditimbulkan oleh kecelakaan lalu lintas tetap terbilang fantastis. Kerugian ekonomi akibat kecelakaan ini tercatat mencapai angka Rp 3 triliun, dengan kontribusi terbesar datang dari sektor kendaraan roda dua.

Data yang dihimpun dari Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia menunjukkan bahwa distribusi motor baru mencapai angka 6 juta unit setiap tahunnya. Namun, pertumbuhan pasar yang sangat masif ini belum sejalan dengan penurunan angka kematian pengendara yang signifikan di lapangan.

Sony menekankan bahwa diperlukan arah kebijakan yang tegas dan jelas agar pertumbuhan pesat industri otomotif tidak memperburuk situasi keamanan publik yang sudah ada. Ia berpendapat bahwa standarisasi teknis yang kuat pada setiap unit motor baru merupakan kunci utama dalam upaya pencegahan kecelakaan.