JABARONLINE.COM - Barcelona tengah merancang langkah strategis guna menyambut musim 2026/2027 dengan target memperkuat komposisi tim secara menyeluruh. Ambisi utama klub asal Catalan ini adalah kembali mendominasi persaingan di level tertinggi, terutama dalam kompetisi bergengsi Liga Champions.

Namun, kendala finansial yang masih melilit membuat manajemen tidak bisa bergerak leluasa di pasar transfer tanpa perhitungan yang matang. Dikutip dari Bola, pelepasan sejumlah pemain pilar menjadi solusi paling realistis untuk menghimpun dana belanja pemain baru.

"Barcelona dilaporkan mengincar pemain kelas dunia, termasuk Julian Alvarez dan Alessandro Bastoni, yang memerlukan biaya transfer sangat besar," dikutip dari Bola. Penjualan beberapa pemain inti ini dipandang bukan sekadar soal performa teknis, melainkan bagian dari skema besar pemulihan kekuatan ekonomi klub.

Musim panas 2026 diprediksi akan menjadi momentum krusial bagi masa depan Blaugrana di kancah sepak bola Eropa. Setidaknya terdapat enam nama besar yang masuk dalam radar daftar jual demi menjaga keseimbangan neraca keuangan tim agar tetap sehat.

Salah satu nama yang masuk dalam pertimbangan adalah kiper utama, Marc-Andre ter Stegen, yang posisinya mulai tidak menentu meski terikat kontrak hingga 2028. Penurunan performa dalam dua musim terakhir membuatnya mulai tergeser oleh kehadiran Joan Garcia yang tampil menjanjikan.

"Barcelona mempertimbangkan untuk melepas kiper asal Jerman tersebut, bahkan melalui opsi peminjaman, guna memangkas pengeluaran gaji yang signifikan," dikutip dari Bola. Langkah ini diambil sebagai solusi praktis untuk mengurangi beban upah pemain yang cukup tinggi.

Bek tangguh Ronald Araujo juga santer dikabarkan akan dilepas akibat tekanan publik pasca kartu merah yang ia terima saat menghadapi Chelsea di Liga Champions. Meskipun kualitasnya masih diakui, minat dari Juventus dan klub Liga Inggris membuat penjualannya dipandang bisa mendatangkan keuntungan finansial besar.

Di sektor tengah, Marc Casado menghadapi situasi sulit setelah cedera lutut menghambat perkembangannya di tengah persaingan ketat dengan Frenkie de Jong dan Gavi. Manajemen melihat peluang untuk menjualnya demi memberikan ruang bagi talenta muda lain sekaligus menambah modal belanja pemain.

Sementara itu, Jules Kounde tetap menjadi komoditas panas bagi klub-klub raksasa seperti Manchester City dan Liverpool meski performanya dianggap sempat menurun. Dengan kontrak hingga 2030, Barcelona memiliki posisi tawar yang kuat untuk mematok harga tinggi guna menutupi biaya pembelian bek baru.