JABARONLINE.COM - Kisah unik Rani, sapi kerdil asal Bangladesh yang sempat menyandang gelar sapi terpendek di dunia, berakhir tragis. Hewan fenomenal ini meninggal dunia pada hari Kamis di wilayah Savar, dekat Dhaka.
Penyebab kematian Rani diidentifikasi sebagai pembengkakan perut akut yang disebabkan oleh penumpukan gas berlebih di saluran pencernaannya. Kejadian ini menjadi penutup kisah hidup Rani yang penuh perhatian publik global.
Rani memiliki dimensi tubuh yang sangat mungil dan tidak biasa, dengan tinggi hanya mencapai 51 sentimeter atau sekitar 20 inci. Sapi jenis Bhutan atau Bhutti ini memiliki bobot badan hanya 26 kilogram.
Kondisi fisik Rani yang sangat kecil ini merupakan hasil dari dwarfisme yang disebabkan oleh faktor genetik akibat perkawinan sedarah. Kondisi kelainan genetik ini dikenal dapat memperpendek harapan hidup hewan.
Kematian Rani terjadi dalam waktu singkat setelah gejala medis muncul, meskipun tim medis hewan telah berupaya maksimal untuk memberikan pertolongan. Petugas peternakan setempat kemudian mengonfirmasi peristiwa duka ini.
"Perut Rani membengkak dan dia dilarikan untuk mendapatkan perawatan sekitar tengah hari pada hari Kamis. Namun, dokter hewan tidak dapat menyelamatkan nyawanya dan dia meninggal dalam beberapa jam," ujar Sajedul Islam, petugas peternakan setempat.
Sajedul Islam menambahkan bahwa pemicu kondisi fatal tersebut adalah pola makan Rani yang tidak terkontrol. Secara medis, hal ini menyebabkan akumulasi gas yang signifikan di dalam organ pencernaan sebelum ia menghembuskan napas terakhirnya.
Dilansir dari Detikcom, Rani hanya mampu bertahan hidup hingga usia dua tahun, jauh lebih pendek dibandingkan sapi Bhutti dewasa normal yang produktif dalam menghasilkan daging dan susu.
Ketenaran Rani sempat menarik perhatian ribuan pengunjung ke peternakan milik Kazi Sufian, bahkan di tengah pembatasan aktivitas selama masa pandemi COVID-19. Pemerintah Bangladesh juga telah berkoordinasi dengan Guinness Book of Records mengenai status kematian pemegang rekor ini.
