JABARONLINE.COM - Seorang pria lanjut usia berinisial MS (62) ditemukan meninggal dunia dalam kondisi tragis di Rumah Sakit AR Bunda, Prabumulih, Sumatera Selatan. Peristiwa nahas ini terjadi pada Selasa (28/4/2026) pagi, sekitar pukul 05.00 WIB, di ruang toilet kamar rawat inap kelas III.
Peristiwa tersebut mengejutkan banyak pihak, terutama keluarga pasien dan staf rumah sakit, mengingat korban baru saja menjalani prosedur operasi beberapa hari sebelumnya. Korban diduga kuat mengakhiri hidupnya sendiri tak lama setelah menjalani tindakan medis tersebut.
Kronologi bermula ketika korban dibawa ke fasilitas kesehatan tersebut oleh anaknya, Yadi Hartono, pada hari Kamis, 23 April 2026, pukul 09.00 WIB. Kedatangan korban ke RS AR Bunda adalah untuk mendapatkan perawatan medis yang dibutuhkan.
Setelah tiba, MS langsung menjalani operasi pada hari yang sama dan sempat dirawat intensif di Unit Perawatan Intensif (ICU). Proses pemulihan berlanjut di ruang rawat inap biasa, di mana ia selalu didampingi oleh sang anak yang menjaganya.
Kematian korban pertama kali disadari oleh saksi, Yadi Hartono, saat ia terbangun pada Selasa dini hari. Ia mendapati ayahnya tidak berada di tempat tidur dan kemudian menemukan MS dalam kondisi tergantung menggunakan kain batik di area toilet kamar rawat inap.
Kepolisian segera diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan mendalam sesuai dengan prosedur standar operasional yang berlaku. Kasat Reskrim Polres Prabumulih, Jon Kenedi, mengonfirmasi pengerahan tim untuk menangani kasus ini.
"Benar, personel kami bersama Tim Inafis telah melakukan olah TKP secara menyeluruh. Berdasarkan hasil sementara dan keterangan para saksi, tidak ditemukan indikasi adanya unsur kekerasan. Namun demikian, kami tetap melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh fakta di lapangan," ujar Jon Kenedi, Kasat Reskrim Polres Prabumulih.
Penyelidikan awal dan keterangan saksi menunjukkan bahwa tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Meskipun demikian, pihak kepolisian berkomitmen untuk terus mendalami seluruh aspek untuk memastikan tidak ada fakta tersembunyi terkait peristiwa tersebut.
Dilansir dari Detikcom, kepolisian juga menyampaikan imbauan penting kepada masyarakat terkait penyebaran informasi mengenai insiden ini. Hal ini dilakukan untuk menjaga ketertiban umum di wilayah Prabumulih.
