JABARONLINE.COM - Wilayah Uni Emirat Arab (UEA) kini tengah menghadapi anomali cuaca yang tidak biasa, di mana gelombang panas ekstrem mulai melanda sejak awal bulan April 2026. Lonjakan suhu yang signifikan ini telah tercatat di beberapa titik pengukuran, bahkan mencapai puncaknya pada angka 44 derajat Celsius.

Kondisi suhu ini jelas sangat mengejutkan masyarakat setempat karena jauh melampaui rata-rata suhu normal untuk periode waktu ini, yang biasanya berkisar antara 32 hingga 36 derajat Celsius. Cuaca yang biasanya masih terasa sejuk kini berubah drastis menjadi sangat panas dalam waktu singkat.

Data yang dihimpun oleh National Centre of Meteorology (NCM) mengonfirmasi bahwa suhu tertinggi pada pekan ini terdeteksi di kawasan Mezaira, yang mencapai ambang batas 44 derajat Celsius. Angka ini menjadi sinyal peringatan dini bagi seluruh penduduk yang tinggal di wilayah tersebut.

Kota-kota besar lainnya di UEA, seperti Dubai, Abu Dhabi, dan Sharjah, juga merasakan dampak signifikan dengan suhu yang berkisar antara 36 hingga 38 derajat Celsius. Selain suhu tinggi, tingkat kelembapan yang cukup tinggi di wilayah tersebut turut menambah sensasi panas yang terasa jauh lebih menyengat di kulit.

Peningkatan suhu yang tiba-tiba ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor meteorologis, salah satunya adalah fenomena musim transisi yang dikenal secara lokal sebagai "Sarrayat". Periode ini, yang berlangsung dari pertengahan Maret hingga awal Mei, secara historis memang memicu perubahan cuaca mendadak di kawasan tersebut.

Faktor lain yang memperburuk situasi adalah terbentuknya sistem tekanan rendah di kawasan Semenanjung Arab, khususnya di wilayah Arab Saudi, yang turut menarik massa udara panas ke arah UEA. Selain itu, posisi matahari yang semakin mendekati Garis Balik Utara juga meningkatkan intensitas radiasi panas yang diterima permukaan bumi.

Dilansir dari Cahaya, para ahli meteorologi telah mengeluarkan prediksi bahwa kondisi suhu ini masih akan terus meningkat hingga akhir bulan April. Kondisi langit yang cenderung minim awan dan angin tenang mempercepat proses akumulasi panas di permukaan gurun yang luas.

Para ahli meteorologi juga memberikan peringatan lebih lanjut bahwa kondisi saat ini hanyalah permulaan dari tantangan cuaca yang lebih besar. "Pada pertengahan Mei, sistem monsun India diperkirakan mulai memengaruhi kawasan Teluk dengan membawa udara panas serta lembap yang lebih intens," ujar seorang pakar cuaca.

Lebih lanjut, para ahli memprediksi bahwa suhu di UEA berpotensi melampaui 50 derajat Celsius saat puncak musim panas tiba nanti. Sebagai catatan historis, rekor suhu ekstrem di atas 50 derajat Celsius pernah tercatat terjadi pada tahun 2024 silam.