JABARONLINE.COM - Wuling Motors memperkuat posisinya di pasar otomotif tanah air dengan meluncurkan SUV terbaru yang diberi nama Eksion. Kendaraan keluarga berkapasitas tujuh penumpang ini hadir dengan dua opsi teknologi ramah lingkungan, yaitu Battery Electric Vehicle (BEV) dan Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV).

Peluncuran resmi ini menandai babak baru bagi Wuling dalam menghadirkan pilihan mobilitas berkelanjutan bagi masyarakat Indonesia. Berdasarkan informasi yang dilansir dari Detik Oto, mobil ini dibanderol dengan harga kompetitif mulai dari Rp 389 juta untuk memenuhi kebutuhan segmen SUV yang terus berkembang.

Kehadiran Eksion melengkapi jajaran SUV Wuling yang sebelumnya telah sukses dihuni oleh model Almaz dan Alvez. Langkah strategis ini diambil perusahaan setelah mendengarkan masukan dari puluhan ribu konsumen setia mereka di seluruh Indonesia.

"Produk baru ini akan memberikan kenyamanan, efisiensi dan perlindungan kepada seluruh keluarga, Wuling Eksion yang didukung EV dan PHEV," ujar Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, dalam acara peluncuran di Jakarta Selatan pada Rabu (22/4/2026).

Acara grand launching tersebut juga dihadiri oleh perwakilan pemerintah sebagai bentuk dukungan terhadap industri elektrifikasi nasional. SUV Eksion sendiri merupakan produk kebanggaan dalam negeri yang dirakit di fasilitas produksi Wuling di Cikarang, Jawa Barat.

"Luar biasa sore ini bisa berkumpul dalam peluncuran Wuling Eksion," ujar Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, saat memberikan sambutan resminya.

Beliau juga menambahkan apresiasinya terhadap langkah Wuling yang terus berinovasi dalam menciptakan kendaraan ramah lingkungan. Eksion dinilai sebagai wujud nyata dukungan terhadap penguatan basis elektrifikasi di pasar otomotif Indonesia.

"Sebuah kendaraan SUV yang inovatif. Kami atas nama pemerintah mengucapkan selamat dan apresiasi setinggi-tingginya SUV produksi lokal dengan pilihan PHEV dan EV," kata Faisol Riza menjelaskan.

"Dalam rangka mendukung industri otomotif nasional yang lebih ramah lingkungan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai basis elektrifikasi," tutur beliau lebih lanjut.